Originally answered by: Wisnu Al
Cahaya alami pada umumnya terbentuk karena perpindahan elektron dari tingkat energi yg lebih tinggi ke yang lebih rendah sehingga elektron melepas energi dalam bentuk foton (gelombang elektromagnetik).
5cdc6e761901e51ba282694b019258fc4c4a8212
Jika sebuah elektron menerima energi dalam bentuk foton, dia akan “naik” ke orbital energi yang lebih tinggi, begitu pula sebaliknya.
Nah secara alami perpindahan elektron ini acak. Sehingga cahaya yg dihasilkan memiliki arah dan fase yg berbeda2. Sedangkan laser prosesnya elektron2 dalam jumlah besar di pompa ke tingkat energi yg lebih tinggi dalam jumlah banyak. Lalu diberi STIMULASI sehingga elektron turun ke tingkat energi lebih rendah secara bersamaan. Sehingga foton yang dihasilkan memiliki panjang gelombang yg berfrekuensi sama, dan koheren (arah dan fasenya sama). Sehingga cahayanya tidak menyebar dan monokromatik. Oh ya, pada laser, depan belakangnya ada cermin sehingga cahaya yg dihasilkan dipantul2 kan agar cahayanya ter AMPLIFIKASI menyebabkan intesitasnya membesar. Maka jadilah LASER (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s