Kamu mungkin pernah mendengar “evolusi cuma teori”; bukan fakta dan belum terbukti. Aku tidak akan membahas evolusi di sini, tapi aku ingin menunjukkan bahwa “cuma teori” bukan argumen yang valid.

Di sekolah, kita belajar bahwa sebuah kata bisa punya banyak arti. Kata “teori” dalam sains punya makna yang berbeda dengan kata yang kita pakai sehari-hari. Kita biasa memakai kata teori untuk mendeskripsikan sebuah tebakan atau konsep yang belum tentu terbukti. Tapi dalam sains, kata teori berarti sebuah penjelasan yang telah dipelajari dengan baik, diuji berkali-kali, dan didukung oleh bukti-bukti kuat. Teori berkaitan erat dengan fakta yang ada. Sebuah teori sains bukan hanya menjelaskan hasil observasi, tetapi juga dituntut membuat prediksi akurat terhadap bukti-bukti yang belum dan akan ditemukan. “Teori” adalah penghargaan tertinggi dalam sains.

16003161_163599074128245_6502739731692688727_n

Hukum Mendeskripsikan, Teori Menjelaskan

Beberapa orang berpikir bahwa “teori” yang sudah terbukti akan naik pangkat menjadi “hukum”. Bukan begitu. Dalam sains, hukum berperan untuk mendeskripsikan fenomena alam, sementara teori berperan menjelaskan penyebabnya. Teori tidak akan pernah menjadi hukum. Bahkan, seandainya ada hierarki sains, posisi teori akan lebih tinggi dari hukum.

Mari kita lihat sebuah contoh. Pada abad ke-17, Newton mencetuskan hukum gravitasi universal. Newton mendeskripsikan interaksi antarbenda dengan gravitasi. Tapi hukum gravitasi hanya mengatakan bahwa benda yang dilepas akan jatuh dengan percepatan sekian, ia tidak menjelaskan kenapa. Lalu pada tahun 1915, Einstein mengusulkan teori relativitas umum yang berisi penjelasan tentang gravitasi — kelengkungan ruang dan waktu. Penjelasan inilah yang disebut dengan teori ilmiah.

“Teori” ilmiah bukan sekadar tebakan. Teori Einstein didukung oleh segudang bukti. Gravitasi serta kelengkungan ruang dan waktu adalah fakta! Begitu pula dengan teori evolusi. Evolusi bukan “cuma teori”, evolusi adalah fakta yang telah teruji selama 150 tahun.

16002960_163598594128293_4428436248947456259_n

2 tanggapan untuk “Cuma “Teori”?

    1. kalau saya sendiri
      “ide”, “gagasan”, “pendapat”
      contoh
      “ah, itu cuma teorimu doang” ==> “ah, itu cuma pendapatmu doang”
      “banyak teori doang, prakteknya mana?” ==> banyak omong doang, mana buktinya?” dst.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s